Review Lengkap: Pengunjung Tokyo Game Show Puji Game “ETE Chronicle” Punya Majamojo

Pendahuluan
Ajang Tokyo Game Show 2025 (TGS 2025) menjadi sorotan besar bagi para pecinta industri gim di seluruh dunia. Selain kehadiran raksasa seperti Capcom, Square Enix, dan Bandai Namco, satu nama yang mengejutkan publik datang dari Indonesia — Majamojo.
Developer gim asal Tanah Air ini berhasil mencuri perhatian setelah memamerkan game barunya berjudul “ETE Chronicle”, sebuah RPG bergaya anime yang langsung menuai pujian dari pengunjung internasional karena kualitas visual dan gameplay-nya yang disebut setara dengan standar Jepang.
Artikel ini akan membahas review lengkap ETE Chronicle versi Tokyo Game Show 2025: mulai dari kesan pertama pengunjung, analisis gameplay, hingga reaksi YouTuber gaming global terhadap karya terbaru Majamojo ini.
Penjelasan

1. Indonesia Tampil Percaya Diri di Tokyo Game Show
Kehadiran Majamojo di Tokyo Game Show menjadi tonggak penting bagi industri gim Indonesia. Dengan booth berdesain elegan bergaya cyber-fantasy, studio ini menampilkan ETE Chronicle untuk pertama kalinya kepada publik internasional.
Para pengunjung yang hadir langsung bisa mencoba versi demo berdurasi 30 menit. Dalam waktu singkat, banyak yang menyebut pengalaman bermain “terasa seperti game Jepang AAA” berkat kombinasi desain karakter yang menawan dan sistem pertarungan real-time RPG yang halus.
Salah satu pengunjung dari Osaka bahkan mengatakan:
“Kalau saya tidak diberi tahu ini game buatan Indonesia, saya akan mengira ini proyek dari Jepang atau Korea. Kualitasnya luar biasa!”
📌 Geo-targeted keyword insight: “ETE Chronicle buatan Indonesia tampil di Tokyo Game Show 2025” kini menjadi salah satu topik paling dicari di komunitas game Asia Tenggara.
2. Konsep Game ETE Chronicle: Perpaduan Estetika dan Strategi
ETE Chronicle mengambil tema dunia futuristik di mana manusia hidup berdampingan dengan entitas energi bernama “Ethereal”. Pemain berperan sebagai Chrono Guardian, pasukan elite yang bertugas menjaga keseimbangan antara dimensi waktu dan kekuatan Ethereal.
Dari segi gameplay, Majamojo menghadirkan sistem pertarungan turn-based dinamis, di mana pemain bisa mengombinasikan serangan fisik, elemen sihir, dan efek waktu untuk mengalahkan musuh.
Setiap karakter memiliki kemampuan “Evoke Mode” — semacam transformasi unik yang mirip dengan “Limit Break” di Final Fantasy, tapi dengan sentuhan lokal dan efek sinematik memukau.
Desain karakternya pun mendapat banyak pujian. Visual bergaya anime modern dengan shading lembut, kostum detail, serta ekspresi realistis membuat ETE Chronicle tampak seperti serial animasi Jepang interaktif.
📈 Long tail keyword insight: “Review lengkap gameplay ETE Chronicle Tokyo Game Show” menjadi trending di forum gamer Jepang dan Indonesia setelah demo publik berlangsung.
3. Teknologi dan Audio: Tidak Kalah dari Studio Global
ETE Chronicle dibangun dengan Unreal Engine 5, menjadikannya salah satu game Indonesia pertama yang memakai teknologi tersebut secara penuh.
Efek pencahayaan, tekstur, dan animasi karakter berjalan sangat halus bahkan di perangkat mid-tier PC.
Untuk urusan audio, Majamojo bekerja sama dengan composer Jepang ternama, yang sebelumnya terlibat dalam proyek anime populer. Musik latar game ini disebut-sebut menjadi salah satu yang paling berkesan di TGS 2025 — perpaduan orkestra epik dan melodi elektronik yang menegangkan.
Beberapa pengunjung bahkan menyebut pengalaman bermainnya “seperti menonton film anime interaktif.”
📌 Branded keyword insight: “Majamojo ETE Chronicle Unreal Engine 5” menjadi kombinasi pencarian yang mendadak naik signifikan di Google Trends Asia minggu ini.
Review dari YouTube
Banyak YouTuber gaming internasional dan lokal yang sudah mengunggah review demo ETE Chronicle langsung dari Tokyo Game Show 2025. Berikut beberapa di antaranya:
-
IGN Japan: Menyebut ETE Chronicle sebagai “surprise of the show” — kejutan menyenangkan dari studio baru yang tidak disangka berasal dari Indonesia.
-
GadgetIn (Indonesia): Memuji gameplay-nya yang “halus banget” serta voice acting berbahasa Jepang yang terdengar profesional.
-
Tokyo Game Vibes (Jepang): Mengulas bahwa Majamojo berhasil menangkap esensi RPG klasik Jepang namun tetap punya identitas sendiri.
-
TechNave Asia: Memberi nilai 8,7/10 untuk versi demo, menyebut game ini “calon besar untuk pasar global.”
Dari seluruh review lengkap di YouTube, kesimpulannya konsisten: ETE Chronicle adalah bukti nyata bahwa developer Indonesia bisa bersaing di panggung internasional jika diberi ruang dan kepercayaan.
Kesimpulan
Review lengkap ETE Chronicle di Tokyo Game Show 2025 membuktikan bahwa Majamojo bukan sekadar “pendatang baru,” tapi representasi baru dari kebangkitan industri game Indonesia.
Dengan kualitas grafis menawan, gameplay solid, musik berkelas, dan identitas kuat, ETE Chronicle berhasil memikat pengunjung TGS hingga menuai pujian dari gamer Jepang, Eropa, hingga Amerika.
Majamojo berhasil membuktikan bahwa game lokal bisa memiliki standar global — dan yang lebih penting, bisa membuat gamer bangga menyebut: “Ini karya anak bangsa.”
Jika versi demo-nya saja sudah sekeren ini, versi finalnya nanti bisa menjadi salah satu game RPG terbaik Asia tahun 2025.
QnA
Q: Siapa developer di balik ETE Chronicle?
A: Game ini dikembangkan oleh Majamojo, studio game asal Indonesia yang fokus menciptakan karya berkualitas global.
Q: Apa genre utama ETE Chronicle?
A: RPG bergaya anime dengan sistem pertarungan turn-based dinamis dan elemen strategis real-time.
Q: Apakah ETE Chronicle akan rilis global?
A: Ya. Menurut pernyataan Majamojo di TGS, game ini akan dirilis secara global di PC dan mobile pada pertengahan 2025.
Q: Apakah game ini mendukung bahasa Indonesia?
A: Tentu, Majamojo memastikan versi lokal Indonesia akan hadir bersamaan dengan rilis global.
Q: Berapa harga ETE Chronicle saat rilis nanti?
A: Majamojo belum mengumumkan harga final, tapi diperkirakan akan menggunakan model free-to-play dengan pembelian kosmetik opsional.