Rumor Destiny 3 Bungie kini beredar luas, mengindikasikan bahwa sekuel yang dinantikan, Destiny 3, sedang dalam tahap pengembangan awal. Seorang leaker terkemuka telah mengklaim adanya proyek ini, yang dapat menjadi langkah strategis Bungie untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh judul layanan langsung mereka saat ini. Untuk informasi lebih lanjut mengenai klaim ini, Anda bisa merujuk pada sumber aslinya di Gamerant.
Setahun terakhir telah menjadi periode sulit bagi Bungie, ditandai dengan kemunduran signifikan dan pencapaian yang kurang menguntungkan bagi game mereka. Penembak andalan Bungie, Destiny 2, yang awalnya memiliki awal yang kuat pada tahun 2017, kesulitan mempertahankan basis pemain yang signifikan. Pada awal Oktober, Destiny 2 bahkan mencapai puncak pemain bersamaan terendah sepanjang masa dalam 24 jam di Steam.
Ini terjadi setelah sebulan di mana jumlah pengguna bersamaan hanya melewati angka 50.000 sekali. Rekor rendah ini muncul di tengah keluhan para penggemar lama mengenai banyak perubahan terbaru dalam game. Kini, muncul spekulasi bahwa Bungie mungkin berusaha memulihkan diri dengan memberikan sesuatu yang besar untuk dinantikan para pemain, yakni pengembangan Destiny 3.
Isu penurunan pemain ini bukan satu-satunya tantangan yang dihadapi Bungie. Laporan terdahulu dari 22 Mei 2025, yang ditulis oleh Jo Craig, membahas klaim adanya budaya kerja yang toksik di studio Bungie. Jurnalis Destin Legarie juga membagikan komentar dari mantan karyawan Bungie mengenai dugaan lingkungan kerja toksik di studio dan penawaran langganan Destiny 2. Kondisi internal ini, bersama dengan performa game, mungkin berkontribusi pada keputusan Bungie untuk mencari arah baru.

Leaker Klaim Destiny 3 dalam “Pengembangan Sangat Awal”
Colony Deaks, seorang leaker dengan rekam jejak klaim akurat tentang Destiny dan Marathon, membagikan informasi melalui Twitter pada 25 November bahwa Destiny 3 sedang dikerjakan. Menurut Colony Deaks, game tersebut masih berada dalam tahap paling awal pengembangan. Namun, diharapkan akan ada lebih banyak informasi yang dilaporkan dalam beberapa bulan mendatang seiring berlanjutnya proses pengembangan.
Saat Bungie mengumumkan roadmap konten baru Destiny 2: Renegades, mereka menyebutkan penundaan laporan State of the Game lengkap dan rencana multi-tahun hingga tahun 2026. Penundaan ini mungkin mengindikasikan adanya sesuatu yang besar dalam persiapan. Ada kemungkinan bahwa dimulainya pekerjaan pada pengembangan Destiny 3 adalah alasan di balik penundaan tersebut, meskipun Bungie belum secara spesifik menjelaskan alasannya.

Selain itu, perlu dicatat bahwa Bungie baru-baru ini merilis survei pemain Destiny 2, dengan banyak pertanyaan seputar pandangan pengguna tentang fitur-fitur potensial. Mengingat berita rumor Destiny 3, hal ini dapat diinterpretasikan sebagai upaya pengembang untuk mengukur minat terhadap peningkatan kualitas hidup (quality-of-life improvements) dan mekanisme baru yang mungkin akan diterapkan dalam game baru.
Tentu saja, perubahan ini bisa saja hanya untuk Destiny 2, namun jika ada penyesuaian yang berhasil, hal tersebut dapat menjadi dasar keputusan pengembangan untuk judul ketiga. Dengan demikian, era terakhir Destiny 2 dapat berfungsi sebagai konsep pembuktian tentang apa yang berhasil dan apa yang tidak dalam Destiny 3.
Tantangan Bungie dan Strategi Masa Depan
Sebagai game layanan langsung (live-service game), Destiny 2 secara teoritis dapat berlanjut tanpa batas waktu, alih-alih Bungie merilis entri baru dalam seri ini. Namun, reputasi game ini telah merosot ke titik terendah baru, sehingga masuk akal jika studio memutuskan bahwa akan lebih baik menggunakan sumber daya untuk memulai dari awal. Setelah semua perjuangan Destiny 2 dan penundaan Marathon tanpa batas waktu, Bungie sangat membutuhkan kemenangan. Oleh karena itu, merombak waralaba Destiny adalah strategi yang masuk akal untuk memenangkan kembali penggemar.
Game Destiny kedua juga semakin mendekati batas 10 tahun sejak perilisannya, sehingga mungkin sudah waktunya untuk menyuntikkan kehidupan baru ke dalam IP tersebut dengan rumor Destiny 3 yang beredar.

Jika Bungie benar-benar mengerjakan game Destiny baru, studio tersebut mungkin akan menghadapi tekanan signifikan untuk merilis game yang sukses. Sony telah mengonfirmasi bahwa mereka mempertimbangkan ulang model studio PlayStation setelah kegagalan Concord, mengambil tindakan pencegahan yang lebih besar untuk memastikan game layanan langsung mereka, yang merupakan fokus perusahaan, tidak mengalami kegagalan serupa. Mengingat bagaimana Marathon dan Destiny 2 berjalan belakangan ini, banyak hal yang mungkin dipertaruhkan pada Destiny 3 di tengah pergeseran ini.
Untuk saat ini, masa depan seri Destiny masih belum jelas. Colony Deaks memang mengatakan bahwa game berikutnya dalam “pengembangan yang sangat awal”, jadi mungkin akan memakan waktu, kemungkinan setidaknya beberapa tahun, sebelum dirilis. Pengumuman resmi mungkin akan datang lebih cepat, namun segala sesuatunya masih tidak pasti untuk sementara waktu. Tetap ikuti terus perkembangan pengembangan Destiny 3 ini di situs kami.