Kabar gembira bagi para penggemar gim Battle Royale! Versi ikonik dan dicintai dari Warzone Classic Kembali, yaitu edisi Black Ops Cold War dari Call of Duty: Warzone, dikabarkan akan dihidupkan kembali secara tidak resmi. Sekelompok penggemar setia telah berkomitmen untuk membawa kembali versi gim operasional dari tahun 2021. Ini menjadi upaya mandiri setelah komunitas gim terus mendesak Activision untuk mengembalikan pengalaman klasik yang mereka kenal dan cintai. Berita ini bersumber dari Gamerant.

Sejarah Perkembangan Call of Duty: Warzone
Call of Duty: Warzone pertama kali dirilis pada bulan Maret 2020 dan telah mengalami evolusi signifikan selama bertahun-tahun. Setiap rilis utama gim Call of Duty yang baru telah terintegrasi penuh dengan judul free-to-play ini. Integrasi ini bermula dengan Modern Warfare, memungkinkan transfer item seperti senjata, XP, tingkat Battle Pass, dan kosmetik antara kedua gim.
Kemudian, saat Black Ops Cold War dirilis pada akhir tahun 2020, Musim 1 menambahkan lebih banyak konten ke Warzone, menandai era baru. Tren integrasi ini terus berlanjut setiap tahun. Namun, banyak penggemar merasa bahwa gim shooter ini telah berubah drastis dari versi aslinya. Mereka sangat merindukan dan ingin melihat Warzone Classic Kembali ke masa kejayaannya.
Di sisi lain, tim pengembang Call of Duty juga membagikan informasi mengenai langkah-langkah anti-kecurangan. Detailnya mencakup bagaimana Black Ops 7 dan Warzone akan menindak tegas para penipu dalam ranked play di Musim 2 mendatang. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Ricochet Anti-Cheat crackdown.

Proyek Penggemar Hidupkan Warzone Classic Kembali
Impian penggemar yang dipenuhi nostalgia kini selangkah lebih dekat menjadi kenyataan. Sekelompok pengembang tengah berupaya menghidupkan kembali Warzone Black Ops Cold War versi tahun 2021. Proyek ini dijanjikan akan memiliki server operasional penuh, progresi karakter yang lengkap, Battle Pass, dan semua senjata klasik yang telah dikenal dan dicintai pemain, serta banyak fitur lainnya.
Saat artikel ini ditulis, edisi klasik Warzone tersebut belum dapat dimainkan secara umum. Namun, tim di balik proyek ini sedang dalam proses meluncurkan uji coba gratis pada bulan ini. Untuk berpartisipasi dalam uji coba tersebut, pemain diwajibkan memiliki gim Modern Warfare tahun 2019 yang telah dibeli, diinstal, dan secara spesifik berada pada build 1.38.
Youtuber Rara baru-baru ini melakukan wawancara dengan salah satu pengembang proyek. Dalam wawancara tersebut, pengembang menegaskan bahwa proyek ini tidak bertujuan untuk mencari keuntungan finansial, melainkan untuk melestarikan Call of Duty Warzone yang dicintai oleh para penggemar. Versi gim yang diperlihatkan selama wawancara tampak hampir identik dengan yang tersedia pada tahun 2021.
Fitur-fitur seperti statistik yang berfungsi penuh, progresi peringkat, dan Battle Pass yang bahkan akan memiliki COD Points yang dapat digunakan, semuanya tampak ada. Tim juga berencana untuk mengembalikan konten yang pernah dibatalkan dan tidak pernah masuk ke gim lengkap. Selain itu, mereka akan menambahkan fitur kustom lain yang selalu diinginkan penggemar, seperti kemampuan menggunakan camo kustom.
Bagi mereka yang ingin terus mengikuti perkembangan proyek ini dan berpartisipasi dalam uji coba mendatang, sangat disarankan untuk bergabung dengan saluran Discord tim pengembang. Ini adalah cara terbaik untuk mendapatkan informasi dan pengumuman terbaru.

Penggemar Call of Duty Warzone juga mungkin tertarik dengan fitur dasar yang wajib hadir dalam peta party ARC Raiders, yang menunjukkan pentingnya fitur-fitur dasar dalam pengalaman bermain gim.
Potensi Risiko dari Activision
Meskipun proyek ini bertujuan mulia untuk melestarikan Warzone Classic Kembali, ada kekhawatiran signifikan mengenai bagaimana penerbit Call of Duty, Activision, akan menanggapi upaya penggemar ini. Meskipun tim di balik proyek tidak memungut biaya apa pun dari para pemain, sangat kecil kemungkinannya Activision akan senang melihat penggemar beralih perhatian dari iterasi Warzone yang sedang berjalan saat ini.
Situasi serupa pernah terjadi di masa lalu dan sering berakhir dengan kekecewaan. Salah satu contoh yang disorot adalah mod remastered Modern Warfare 2 buatan penggemar yang sangat dinantikan, dikenal sebagai H2M. Sayangnya, tepat saat tim pengembang bersiap untuk meluncurkan mod tersebut, Activision mengirimkan surat perintah penghentian (cease-and-desist letter), yang memaksa mereka untuk menutup proyek tersebut. Mengingat bahwa hak kekayaan intelektual (IP) Call of Duty sepenuhnya dimiliki oleh Activision, penerbit ini tidak terlalu menyukai proyek penggemar semacam ini. Hal ini dapat mengakibatkan proyek Call of Duty Warzone ini dihentikan sebelum sempat melihat cahaya.
Respon Activision dengan Nostalgia Sendiri
Di sisi lain, Activision juga sedang bersiap untuk merilis gelombang nostalgia versi mereka sendiri. Mode Battle Royale pertama dari Call of Duty, yaitu Blackout dari Black Ops 4, dijadwalkan akan kembali selama Musim 2 Warzone. Pengembang Raven Software belum sepenuhnya menarik kembali tirai untuk mengungkap detail lengkap mode ini. Namun, telah dikonfirmasi bahwa mode Blackout yang terinspirasi ini telah dibangun dari awal dan akan tersedia sebagai bagian dari Musim 2 Reloaded. Langkah ini bisa menjadi alternatif resmi bagi para pemain yang merindukan pengalaman klasik Battle Royale dalam waralaba Call of Duty.
