Ini Beda Spesifikasi Tecno Spark 40 Pro Plus dan Tecno Spark 40 Pro di Indonesia
1) Desain & Layar: Curved vs Flat, sama-sama 1.5K 144Hz

Dua model ini sama-sama mengusung panel AMOLED 6,78 inci beresolusi 1.5K (1224×2712) dan refresh rate 144Hz—jarang di segmen entry-level. Bedanya, Spark 40 Pro Plus memakai layar 3D curved (lengkung) sehingga terasa premium saat swipe di sisi tepi, sedangkan Spark 40 Pro tetap flat (rata), yang sebagian pengguna suka karena minim “ghost touch” dan lebih aman dipasang tempered glass. Keduanya dilapisi Corning Gorilla Glass 7i. detikinet
Efek praktisnya: Pro Plus menawarkan pengalaman visual lebih “mewah” dan immersive, sementara Pro memberi presisi lebih saat gaming kompetitif (karena panel datar). Bila kamu sering mengetik cepat atau main game FPS, panel flat bisa terasa lebih stabil; jika kamu mengejar estetika dan feel flagship, panel lengkung Pro Plus menggiurkan. (Ringkasan desain/layar ini mengacu pada rilis resmi Indonesia dan hands-on lokal.) detikinetPoskota
2) Dapur Pacu: Helio G200 vs Helio G100 Ultimate
Inilah pembeda utama. Spark 40 Pro Plus dibekali MediaTek Helio G200 (6 nm), sedangkan Spark 40 Pro memakai Helio G100 Ultimate (6 nm). Secara posisi produk, G200 adalah kelas yang lebih tinggi dibanding G100 Ultimate, sehingga Pro Plus lebih unggul untuk multitasking, rendering grafis 1.5K, dan game yang menuntut CPU/GPU lebih berat. detikinet
Catatan menarik: di acara peluncuran Indonesia, Tecno menyebut Spark 40 Pro+ sebagai HP pertama di dunia yang memakai G200. Namun beberapa publikasi lokal mencatat bahwa di pasar Indonesia, klaim “yang pertama” diperdebatkan karena Infinix Hot 60 Pro sudah lebih dulu hadir dengan Helio G200 di akhir Juli. Jadi, anggap saja: yang jelas, Spark 40 Pro+ memakai G200 generasi baru, sedangkan Spark 40 Pro tetap di G100 Ultimate—dan ini yang menentukan selisih performa keduanya. detikinet91mobiles
3) Kamera: 50 MP + 13 MP, dengan fitur AI yang sama
Dua model sama-sama mengusung kamera utama 50 MP dan kamera selfie 13 MP. Di Pro Plus, Tecno menonjolkan fitur FlashSnap serta serangkaian alat AI (AI Eraser 2.0, AI Sharpness, AI Call Assistant, hingga Ella), yang juga hadir di seri Pro. Kualitas siang hari solid, dan pemrosesan AI membantu tone kulit serta detail tetap konsisten. Untuk low-light, OIS tidak disebut di lembar spesifikasi resmi Indonesia; kamu bisa mengandalkan Night Mode dan FlashSnap untuk menjaga kestabilan. detikinet
4) Memori/Storage, Baterai & Charging: sama-sama 5.200 mAh, 45W; Pro+ unggul opsi

Keduanya memakai baterai 5.200 mAh dan pengisian 45W (wired). Spark 40 Pro Plus tersedia dalam 2 opsi storage: 8/128 GB dan 8/256 GB; sedangkan Spark 40 Pro resmi Indonesia hanya 8/128 GB. Buat kamu yang gemar menyimpan video 1.5K atau game berat, opsi 256 GB di Pro Plus memberi napas lega. detikinet
Hal lain yang unik: secara global, Pro Plus mendukung 30W magnetic wireless charging dan reverse wireless 5W. Di sejumlah ulasan dan materi promosi lokal, fitur wireless charging Pro Plus juga disorot sebagai nilai jual (di kelas harga Rp 2 jutaan ini—langka!). Jika fitur ini penting, pastikan varian resmi yang kamu beli memang menyalakan fungsinya; beberapa pasar kadang menonaktifkan fitur tertentu. WikipediaPoskota
5) Keamanan & Konektivitas: in-display vs side fingerprint
Bagian biometrik ikut beda: Spark 40 Pro Plus mengusung in-display fingerprint, sedangkan Spark 40 Pro memakai side-mounted fingerprint di tombol power. Dari sisi rasa pakai, in-display terasa futuristik dan cocok dengan layar lengkung; side fingerprint lebih cepat disentuh saat menggenggam. Keduanya mencantumkan IP64 (tahan debu & cipratan), dual speaker dengan Dolby Atmos, NFC, dan konektivitas lain yang relevan (Wi-Fi, Bluetooth, GPS). detikinet
6) Dimensi, Bobot, & Warna
Tecno menekankan ketipisan Pro Plus—6,49 mm—dengan warna Tundra Green, Aurora White, Nebula Black. Sementara Pro hadir dalam Ink Black, Moon Titanium, Lake Blue dengan bodi sedikit berbeda dimensi (flat frame). Keduanya memprioritaskan estetika modern dan finishing berkelas. (Rincian dimensi & warna sesuai daftar spek rilis Indonesia.) detikinet
7) Harga Resmi Indonesia (Agustus 2025)
Mulai jual 25 Agustus 2025 dengan banderol promo sbb:
-
Spark 40 Pro Plus (8+8/128 GB): Rp 2.449.000
-
Spark 40 Pro Plus (8+8/256 GB): Rp 2.579.000
-
Spark 40 Pro (8+8/128 GB): Rp 1.979.000
Beberapa media dan kanal e-commerce menyebut angka referensi yang sama; ada juga SRP normal di atasnya untuk periode setelah promo. Cek kanal resmi Tecno untuk harga terbaru/stock. detikinetJagat GadgetPricebookGadgetren
8) Tabel Ringkas Perbedaan
| Komponen | Spark 40 Pro Plus | Spark 40 Pro |
|---|---|---|
| Layar | 6,78” AMOLED 1.5K 144Hz, Curved, Gorilla Glass 7i | 6,78” AMOLED 1.5K 144Hz, Flat, Gorilla Glass 7i |
| Chipset | MediaTek Helio G200 (6 nm) | MediaTek Helio G100 Ultimate (6 nm) |
| RAM/ROM | 8+8 GB / 128/256 GB | 8+8 GB / 128 GB |
| Kamera belakang | 50 MP (FlashSnap, AI tools) | 50 MP (AI tools serupa) |
| Kamera depan | 13 MP | 13 MP |
| Baterai & Charge | 5.200 mAh, 45W wired; 30W magnetic wireless (global) | 5.200 mAh, 45W wired |
| Fingerprint | In-display | Side-mounted |
| Ketahanan | IP64 | IP64 |
| Audio | Dual speaker, Dolby Atmos | Dual speaker, Dolby Atmos |
| Harga awal | Rp 2,449–2,579 juta | Rp 1,979 juta |
(Spek & harga merujuk rilis resmi Indonesia dan ringkasan media lokal. Wireless charging pada Pro+ ditampilkan di materi global/lokal tertentu—konfirmasi di unit ritel Indonesia yang kamu incar.) detikinetTecnoWikipediaPricebook
9) Pengalaman Pakai: siapa cocok pilih yang mana?
Pilih Spark 40 Pro Plus kalau kamu:
-
Ingin rasa flagship di harga 2 jutaan: layar curved 144Hz 1.5K + fingerprint di layar itu kombinasi prestise-value.
-
Butuh performa lebih (G200) untuk game MOBA/FPS setting medium-high dan multitasking berat.
-
Mengincar storage 256 GB agar long-term nyaman menyimpan video 1.5K, game, dan konten AI.
-
Tertarik wireless charging (cek ketersediaannya di batch Indonesia). detikinetWikipedia
Pilih Spark 40 Pro kalau kamu:
-
Budget mentok ~Rp 1,9 jutaan tapi ingin panel AMOLED 144Hz 1.5K yang sudah “wah” untuk kelas harga ini.
-
Lebih suka layar flat untuk akurasi sentuh saat gaming, plus side fingerprint yang praktis.
-
Kebutuhan hariannya sosial media, streaming, kamera kasual, dan produktivitas ringan—G100 Ultimate sudah cukup. detikinet
10) Nilai Tambah Ekosistem & AI
Kedua model hadir dengan Android 15 + HiOS 15.1 (Indonesia) dan paket AI yang cukup agresif: AI Eraser 2.0, AI Sharpness, AI Translate, AI Call Assistant (auto-answer, call summary, real-time translator), serta Ella sebagai asisten. Untuk kelas harga ini, paket AI-nya termasuk komplet—bermanfaat untuk foto cepat rapi tanpa ribet edit manual. detikinet
11) Kesimpulan: selisih fitur terasa sepadan dengan selisih harga
Spark 40 Pro Plus memberikan peningkatan yang terasa—layar lengkung, chipset G200, in-display fingerprint, opsi 256 GB, dan (potensi) wireless charging—dibanding Spark 40 Pro yang lebih hemat. Kalau kamu rela menambah ±Rp 470–600 ribu, Pro Plus adalah “paket rasa flagship” paling masuk akal di 2 jutaan. Sementara itu, Spark 40 Pro adalah best value di 1,9 jutaan: layar 1.5K 144Hz, baterai 5.200 mAh 45W, kamera 50 MP, dan fitur AI lengkap—sulit dicari tandingannya di angka segitu. detikinetPricebook
Bahasa Bayi (biar makin kebayang)
-
Pro Plus itu versi “glowing”: layar melengkung, mesin lebih kencang, sidik jari di layar, dan memori bisa 256 GB.
-
Pro itu versi “irit tapi nendang”: layar flat 1.5K 144Hz tetap mewah, harga lebih murah, performa cukup buat harian dan game santai.
-
Kalau kamu tipe estetika + performa → ambil Pro Plus. Kalau kamu hemat maksimal tapi maunya layar kenceng → Pro udah paling aman.