Setelah penantian yang panjang, Arknights Endfield buatan developer Hypergryph akhirnya telah resmi dirilis pada 22 Januari 2026 untuk PC, Android, iOS, dan juga PS5. Game ini mendapat antusiasme tinggi dan respon bagus dari berbagai kalangan Gamer, terutama terhadap fitur simulasi pabrik yang mendalam.
Sebagai Jurnalis Teknologi, saya telah menjajal Arknights Endfield selama lebih dari seminggu sejak perilisannya, dan beragam pengalaman telah dirasakan. Mulai dari konten cerita yang kompleks, gameplay yang adiktif, hingga sistem simulasi pabrik yang menjadi sorotan utama. Artikel ini akan membahas pengalaman tersebut secara rinci, seperti yang diulas oleh Gamebrott (Sumber). Mari kita telusuri lebih jauh apa saja yang ditawarkan oleh Arknights Endfield.

Cerita Arknights Endfield

Cerita Arknights Endfield terdengar menarik dan intens pada awal permainan. Pemain akan diperkenalkan dengan banyak Bomb Lore yang berhubungan dengan masa depan dan masa lalu. Kisah ini tidak terlepas kaitannya dengan cerita yang ada di game pertamanya, Arknights.
Bagi pemain baru, pembuka cerita menarik seperti itu bisa menimbulkan rasa penasaran dengan misteri-misteri masa lalu yang disajikan. Sementara itu, bagi pemain yang bermain atau mengikuti cerita Lore Arknights, rasa penasaran tidak kalah besar. Hal ini karena banyak sekali lore-lore baru yang hadir, mengingat game ini mengambil setting cerita 100 tahun lebih di masa depan.

Nama-nama karakter masa lalu seperti Kaltsit dan Theresa bahkan disebutkan pada awal permainan di sebuah tempat pemakaman. Lebih jauh, ada lore mengenai bagaimana beberapa karakter Operator yang berasal dari Rhodes Island hadir di Arknights Endfield.
Keberadaan mereka diketahui merupakan semacam klon dengan istilah Reconvener dari karakter aslinya. Hal ini memicu pertanyaan di kalangan komunitas pemain Arknights mengenai hubungan antara Rhodes Island dengan Endfield Industries.
Berbagai dugaan sering menjadi perbincangan. Salah satunya adalah Endfield Industries dianggap sebagai perusahaan yang meneruskan visi dan misi Oracle alias Doctor dari Rhodes Island di planet Thalos-II. Hal penting lainnya adalah bagaimana nasib Rhodes Island di planet Terra, mengingat portal penghubung ke Thalos-II telah rusak, memaksa Endfield Industries untuk bekerja sendiri tanpa bantuan dari RI bersama warga lokal. Rasa penasaran yang sama akan dirasakan oleh pemain baru maupun pemain Arknights ketika menjajal Arknights Endfield.
Gameplay: Simulasi Pabrik AIC yang Adiktif

Dari segi gameplay, Arknights Endfield menghadirkan beberapa fitur menarik, terutama pada aspek simulasi pabriknya. Fitur Automated Industry Complex atau biasa disingkat AIC Factory memberikan pengalaman seru dan bisa bikin ketagihan saat mencobanya.
Pemain akan diberikan banyak sekali fitur fasilitas, di mana masing-masing fasilitas tersebut memiliki fungsinya sendiri. Mengurus AIC Factory ini tidak hanya sekadar pasang saja. Pemain harus memikirkan banyak hal, mulai dari sumber energi listrik yang digunakan, bahan material atau item yang ingin dibuat, jalur distribusinya, hingga tata letak posisinya.

Berbicara mengenai material, pemain juga harus mencari sumber dayanya di berbagai lokasi yang ada di game ini. Ada yang bisa didapatkan dari sumber tambang, memetiknya di lahan rumput yang luas, sampai membuatnya terlebih dahulu di AIC Factory. Hasilnya kemudian menjadi bahan material untuk membuat material ataupun item lain.
Beberapa fasilitas memerlukan sumber daya listrik dari AIC pusat. Oleh karena itu, pemain perlu membuat jalur penghubung daya listrik dari satu lokasi ke lokasi lain tempat fasilitas membutuhkan daya listriknya. Ini merupakan inti dari simulasi pabrik Arknights Endfield yang kompleks.

Fitur AIC Factory tidak hanya seputar mengurus pabrik. Pemain juga bisa memanfaatkan fasilitasnya ketika bertarung. Beberapa fasilitas berfungsi dalam pertarungan untuk membantu pemain. Selama fasilitas tersebut memiliki sumber energi listrik, baik itu lewat menghubungkan daya listrik dari pusat maupun menggunakan Baterai khusus yang dipasang pada alat.
Sudah banyak pemain memanfaatkan fasilitas tempur tersebut untuk bisa “nge-cheese” melawan musuh yang bermain keroyokan dengan jumlah banyak. Bahkan fasilitas tersebut bisa digunakan dalam mode permainan Tower Defense, sama seperti inti gameplay dari game Arknights. Dengan kompleksitas fitur simulasi pabrik yang ada di Arknights Endfield ini, bisa dibilang ini adalah “Main Menu” dari hidangan yang diberikan developer Hypergryph.
Pertarungan & Fitur Gameplay Lainnya

Sementara itu, dari segi gameplay dalam bertarung, Arknights Endfield menghadirkan permainan generik game Action RPG. Yang membedakan Endfield dengan game gacha Action RPG lainnya adalah sistem Combo Skill di mana pemain bisa melancarkan serangan Combo pada musuh.
Plus, empat karakter dalam tim bisa bertarung secara bersamaan. Hal ini berarti pemain tidak hanya bertarung menggunakan satu karakter saja dalam menghadapi musuh. Bisa dikatakan sistem gameplay bertarung dalam game ini cukup memuaskan.
Sebelumnya, banyak game gacha Action RPG sering menghadirkan permainan di mana hanya satu dari empat karakter dalam tim yang bisa dikendalikan. Karakter lainnya hanya bisa pasif tidak ikut menyerang, kecuali mereka menggunakan Skill yang bersifat Off-field sebelum diganti atau karena Event cerita, yang biasanya tidak menghasilkan Damage besar.
Fitur-fitur lainnya seperti Puzzle, Platform, mengirim paket ala Death Stranding, dan lainnya hanya sebagai pemanis dalam game ini. Fitur-fitur tersebut standar namun cukup menarik di Arknights Endfield, sesuai dengan konsep dan temanya.
Kualitas Grafis dan Audio

Untuk tampilan Graphic, Arknights Endfield mempresentasikannya dengan baik. Pada berita sebelumnya, Hypergryph pernah menjelaskan bahwa mereka menggunakan Unity Engine dalam membuat game Endfield. Namun, engine tersebut dimodifikasi agar sesuai dengan kebutuhan yang mereka inginkan terhadap game-nya.
Salah satu alasannya adalah agar engine tersebut bisa melakukan proses render 100 ribu Polygon, terutama pada model karakternya. Jadi, ketika pertama kali memainkan game ini di PC dengan settingan grafis paling tinggi, hasilnya sangat memuaskan. Pemandangan Environment dari planet Thalos-II dibuat bagus dan indah dilihat dengan berbagai macam kondisi ekosistem areanya.
Sementara itu, ketika mencoba memainkan game ini di perangkat HP Smartphone Android, performa game ini terasa optimal dimainkan. Banyak dari komunitas Gamer mengatakan game ini optimal dimainkan bahkan di spesifikasi perangkat minimal yang dianjurkan oleh developer. Perbedaannya terletak pada kualitas grafisnya dengan di PC.
Meski ada beberapa kali penurunan atau patah-patah, namun hal itu hanya terjadi jika proses game berada di tempat yang memiliki banyak objek. Contohnya seperti banyak karakter, musuh, dan fasilitas simulasi pabrik AIC jika sudah banyak dipasang. Namun untuk bisa memainkan game ini di HP Smartphone dengan spesifikasi rendah, pemain harus benar-benar mengorbankan kualitas grafis agar bisa bermain dengan lancar.

Untuk segi Sound atau musik, Arknights Endfield memberikan kesan yang lebih futuristik dengan menghadirkan atmosfir suasana di planet lain. Selain itu, pemain akan merasakan bagaimana musik dalam game ini lebih terkesan seperti musik yang cocok untuk sebuah game bertemakan pabrik industri, yang biasa disebut sebagai Industrial Techno.
Pemain akan banyak mendengar beberapa elemen musik di game Endfield seperti itu, ditambah dengan vibe atau kesan Sci-fi. Beberapa soundtrack-nya didominasi alunan musik lembut yang memberikan rasa nyaman, namun tetap menyimpan nuansa misteri di dalamnya. Ini menambah pengalaman review Arknights Endfield secara keseluruhan.
Apakah Arknights Endfield Layak Dimainkan?

Dari penjelasan di atas, tentu muncul pertanyaan, “apakah Arknights Endfield game yang worth dimainkan dalam jangka panjang?”. Jawabannya adalah iya, jika pemain bisa mengesampingkan faktor bahwa ini adalah game gacha atau game live service.
Arknights Endfield memberikan sebuah pengalaman menarik sebagai game gacha, apalagi terhadap fitur simulasi pabriknya. Ini karena game ini dibuat semenarik mungkin dengan berbagai macam fitur-fitur yang bisa bikin nagih para pemain. Terutama ketika mereka mencoba mengurus pabriknya agar bisa berjalan dengan lancar tanpa ada tersumbat atau kehabisan energi listrik.

Sistem Battle pun juga dibuat tidak kalah menarik dan memberikan kesan berbeda dari game gacha Action RPG lain yang ada sekarang. Meskipun game ini memiliki berbagai macam efek yang sampai saat ini saya masih belum hafal dan paham nama maupun fungsinya, pemain masih bisa “tabrak begitu saja” ketika bertarung.
Selama elemen karakter yang digunakan dalam tim sama atau saling berhubungan satu sama lain dengan efek trigger-nya. Dan jangan lupa, pemain juga harus pandai cara menghindari musuh agar tidak mudah dikalahkan oleh musuh. Ini adalah poin penting dalam review Arknights Endfield.
Kekurangan: QoL, Sistem Gacha, dan Kualitas Cerita

Untuk kekurangan yang ada di game ini dari segi gameplay, saya sendiri bingung apa yang harus dijelaskan. Hal ini karena kebanyakan kekurangan yang ada di Endfield tidak terlalu dominan atau jadi fokus utama, jika dibandingkan dengan bagaimana pengalaman saya menikmati game ini secara maksimal.
Sementara itu, masalah yang bisa membuat saya kurang suka dan berpengaruh pada gameplay adalah fitur Quality of Life (QoL) untuk memberikan kenyamanan dan aksesibilitas luas dalam bermain, terutama pada beberapa menu UI dalam game. Masih ada beberapa kekurangan yang dirasa kurang memuaskan bagi saya dalam segi QoL.
Salah satunya adalah akses untuk melihat Overview hasil produksi dan konsumsi material maupun item pada AIC yang perlu membukanya lewat menu di fasilitas. Akan lebih cepat jika bisa membukanya lewat menu utama ataupun Wheel Menu, mengingat pemain akan sering memantau performa produksi dan konsumsi pabrik mereka.
Lain cerita jika membicarakan mengenai sistem Pity, Rate-up Banner, dan juga resource untuk mendapatkan item gacha seperti Oroberyls dan sejenisnya. Seperti yang kalian ketahui, game ini menghadirkan sistem Pity yang panjang dijelaskan sampai komunitas pemain kebingungan memahaminya.
Secara garis besar, pemain diberikan Soft Pity yang dimulai pada tarikan ke-65 dengan kesempatan mendapat karakter bintang *6 sebesar 5%. Tarikan ke-80 akan mendapatkan karakter bintang *6 secara random sesuai daftar rate-up yang ada di Banner (50/50), dan tarikan ke-120 dipastikan mendapatkan karakter Banner-nya.
Penjelasan seperti itu cukup ramai menjadi perbincangan di komunitas gamenya karena lumayan sulit dipahami, baik itu sebelum maupun sesudah rilis. Kemudian soal resource untuk mendapatkan item gacha seperti Oroberyls dan sejenisnya menjadi salah satu yang cukup menjadi kekhawatiran untuk pemain dalam jangka panjang. Ini adalah bagian krusial dalam review Arknights Endfield.
Berdasarkan pengalaman bermain, saya cukup sulit dan butuh waktu lama untuk bisa mengumpulkan semua Oroberyls, tiket gacha, dan lainnya untuk mengejar Banner karakter Laevatain beserta senjatanya yang akhirnya bisa didapatkan. Memang di awal permainan kalian bisa mendapatkan banyak Oroberyls dan lainnya dalam game ini.
Namun apa jadinya jika sumber resource-nya habis sekarang? Belum tentu di update selanjutnya pemain bisa mendapatkannya item tersebut sebanyak dengan awal permainan. Hal ini menjadi kekhawatiran bagi pemain F2P, termasuk saya sendiri, untuk kedepan apakah saya bisa mengumpulkan Oroberyls dan lainnya untuk Banner karakter baru kedepannya.
Saya hanya berharap game ini akan menghadirkan opsi mendapat Oroberyls lebih banyak yang bisa didapatkan dalam game. Seperti mungkin salah satunya lewat fitur AIC Factory yang bisa kita Farming sendiri secara otomatis.

Dan terakhir pembahasan mengenai kekurangan dalam game ini adalah bagaimana perbedaan kualitas antara cerita Main Story dan Side Story. Bahkan di beberapa Main Story, ketika momennya sedang intens atau darurat, penyajian maupun eksekusi plot justru drop dan kurang bagus menjadi biasa saja dibandingkan dengan premis awal cerita.
Apalagi plot Side Story yang berhubungan dengan beberapa Side Quest menurut saya terasa kurang memuaskan dan tidak konsisten kualitasnya. Misalnya saja cerita Wulfgard yang hanya sebatas mengejar target dengan akhir cerita biasa saja. Laevatain lebih berfokus ke lore Surtr di game Arknights, di mana ini menjadi fanservice buat para Doctor.

Dua contoh Side Story tersebut cukup dimaklumi karena dibuat sebagai pengembangan karakter mereka. Namun cara eksekusinya terasa kurang maksimal dan sangat berbeda dengan cerita Yvonne. Sementara itu untuk cerita Side Quest, saya hanya bisa mengakui banyak cerita langsung pencet tombol Skip karena pola dan eksekusi ceritanya biasa saja.
Setiap kali ada misi dan dialog yang berhubungan dengan NPC biasa, rasa ingin Skip sangat tinggi dan tidak banyak alasan bagi saya untuk mengetahui “yapping” dan keluh kesah. Memang beberapa Side Quest ada yang menarik dan bahkan secara tidak langsung berhubungan dengan lore dari sejarah dunia Arknights Endfield.
Namun kalau cara penyajian dan pola ceritanya dimulai dengan, “eh tolong dibantu ini” atau “tolong bantu buat material/item ini” yang tidak ada istimewanya, otomatis bakal saya Skip karena tidak menarik. Penyajian seperti itu menjadi kekurangan yang ada pada kualitas cerita, membuat hype-nya naik turun ketika bermain game Arknights Endfield.
Mungkin karena masih awal cerita, Hypergryph masih belum menemukan cara mereka menyajikan cerita yang menarik dan konsisten kualitasnya, terutama pada beberapa bagian, baik itu plot Main Story, Side Story, ataupun Side Quest.
Kesimpulan Akhir

Jika Arknights Endfield menjadi sebuah Full Game, bukan game gacha ataupun live service, saya mungkin benar-benar menikmati game ini secara sepenuhnya, ibaratkan seperti sebuah game AAA. Meskipun begitu, Arknights Endfield tetap memberikan keseruan bermain yang memuaskan bagi saya.
Terutama, bagi mereka yang tidak terlalu penggemar berat game simulasi seperti ini. Setidaknya keseruan mengurus simulasi pabrik yang bikin ketagihan bisa menutupi kekurangan yang ada di game Endfield.
Itulah informasi mengenai pembahasan review Arknights Endfield berdasarkan pengalaman bermain setelah lebih dari satu minggu perilisannya. Apakah kalian tertarik memainkan game ini?