<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Paten Nintendo &#8211; INTAN ABADI GAMING</title>
	<atom:link href="https://intanabadi.com/tag/paten-nintendo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://intanabadi.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Nov 2025 08:38:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://intanabadi.com/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Colorful_Modern_Gaming_Logo-removebg-preview-32x32.png</url>
	<title>Paten Nintendo &#8211; INTAN ABADI GAMING</title>
	<link>https://intanabadi.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Paten Nintendo Palworld Ditolak JPO: Alasan Terungkap, Kantai &#038; MonHun 4 Disinggung!</title>
		<link>https://intanabadi.com/paten-nintendo-palworld-ditolak-jpo-kantai-monhun-4/</link>
					<comments>https://intanabadi.com/paten-nintendo-palworld-ditolak-jpo-kantai-monhun-4/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Support]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 05:17:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Game]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Game]]></category>
		<category><![CDATA[Gugatan Nintendo]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Game]]></category>
		<category><![CDATA[JPO]]></category>
		<category><![CDATA[Kantai Collection]]></category>
		<category><![CDATA[Mekanik Game]]></category>
		<category><![CDATA[Monster Hunter 4]]></category>
		<category><![CDATA[Palworld]]></category>
		<category><![CDATA[Paten Nintendo]]></category>
		<category><![CDATA[Prior Art]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://intanabadi.com/paten-nintendo-palworld-ditolak-jpo-kantai-monhun-4/</guid>

					<description><![CDATA[Kasus hukum seputar Palworld terus bergulir. Terbaru, Nintendo dikabarkan telah menerima penolakan paten dari Japan Patent Office (JPO) terkait upayanya melindungi franchise game mereka. Penolakan Paten Nintendo Palworld ini menjadi sorotan karena JPO secara eksplisit menyinggung game populer lain seperti Kantai Collection dan Monster Hunter 4 sebagai &#8216;Prior Art&#8217; atau bukti bahwa mekanik yang diajukan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kasus hukum seputar <a href="https://intanabadi.com/palworld-halloween-event-2025-tanggal-rilis/" data-schema-attribute="mentions">Palworld</a> terus bergulir. Terbaru, <a href="https://intanabadi.com/game-pokemon-baru-bakal-berlokasi-di-indonesia/" data-schema-attribute="mentions">Nintendo</a> dikabarkan telah menerima <a data-schema-attribute="mentions">penolakan paten</a> dari Japan Patent Office (JPO) terkait upayanya melindungi <em>franchise</em> game mereka. Penolakan <a data-schema-attribute="mentions">Paten Nintendo Palworld</a> ini menjadi sorotan karena JPO secara eksplisit menyinggung game populer lain seperti <em>Kantai Collection</em> dan <em>Monster Hunter 4</em> sebagai &#8216;Prior Art&#8217; atau bukti bahwa mekanik yang diajukan sudah ada sebelumnya.</p>
<p>Upaya <a data-schema-attribute="mentions">Nintendo</a> untuk mengajukan paten demi memperkuat posisinya dalam sengketa dengan pengembang <a data-schema-attribute="\&quot;mentions\&quot;">Palworld</a>, Pocketpair, justru mendapat halangan. Informasi ini dilansir dari <a href="https://gamebrott.com/paten-nintendo-palworld-singgung-kantai-collection/" target="_blank" rel="noopener">GamesFray</a>, yang merinci bagaimana JPO menolak salah satu pengajuan paten dari perusahaan raksasa game tersebut. Ini adalah perkembangan penting dalam saga hukum yang telah menjadi perbincangan hangat di komunitas gamer sepanjang tahun terakhir.</p>
<p><img decoding="async" class="wp-image-align-center" src="https://gamebrott.com/wp-content/uploads/2025/10/Paten-Nintendo-Soal-Palworld-Ditolak-JPO-Ada-Singgung-Kantai-Collection-dan-MonHun-4-Header-750x375.webp" alt="Paten Nintendo Palworld Ditolak JPO: Alasan Resmi Terungkap, Kantai Collection dan MonHun 4 Disinggung!" /></p>
<div id="rank-math-toc" class="wp-block-rank-math-toc-block">
<nav>
<ul>
<li class=""><a href="#kronologi-penolakan-paten-nintendo">Kronologi Penolakan Paten Nintendo</a></li>
<li class=""><a href="#mekanik-game-serupa-sebagai-prior-art">Mekanik Game Serupa sebagai &#8216;Prior Art&#8217;</a></li>
<li class=""><a href="#kantai-collection-dan-monster-hunter-4-disebut">Kantai Collection dan Monster Hunter 4 Disebut</a></li>
<li class=""><a href="#peluang-nintendo-revisi-paten">Peluang Nintendo Revisi Paten</a></li>
</ul>
</nav>
</div>
<h2 id="kronologi-penolakan-paten-nintendo">Kronologi Penolakan Paten Nintendo</h2>
<p>Kasus gugatan <a data-schema-attribute="\&quot;mentions\&quot;">Nintendo terhadap game Palworld</a> oleh Pocketpair berpusat pada dugaan pelanggaran paten mekanik permainan yang mirip <em>Pokemon</em>. Fokus utama dari paten yang ditekankan oleh <a data-schema-attribute="\&quot;mentions\&quot;">Nintendo</a> adalah sistem <em>Monster Capture</em>, yaitu proses menangkap monster dan kemudian menggunakannya dalam permainan. Mekanik ini dianggap identik dengan fitur inti dalam game <em>Pokemon</em> milik <a data-schema-attribute="\&quot;mentions\&quot;">Nintendo</a>.</p>
<p>Pada tanggal 29 Oktober, JPO secara resmi mengeluarkan penolakan dalam tahap aplikasi &#8220;<em>non-final rejection</em>&#8221; terhadap salah satu pengajuan paten dari <a data-schema-attribute="\&quot;mentions\&quot;">Nintendo</a>. Penolakan ini didasari alasan &#8220;kurang memiliki langka inventif&#8221;, yang berarti JPO menemukan bukti bahwa mekanik yang diklaim dalam paten tersebut sudah ada sebelumnya. Hal ini merujuk pada konsep &#8216;Prior Art&#8217;, yaitu karya seni atau penemuan sebelumnya yang relevan dengan paten yang diajukan.</p>
<p><img decoding="async" class="wp-image-align-center" src="https://gamebrott.com/wp-content/uploads/2025/10/Paten-Nintendo-Soal-Palworld-Ditolak-JPO-Ada-Singgung-Kantai-Collection-dan-MonHun-4-1-1024x576.webp" alt="Ilustrasi kronologi penolakan paten Nintendo" /></p>
<h2 id="mekanik-game-serupa-sebagai-prior-art">Mekanik Game Serupa sebagai &#8216;Prior Art&#8217;</h2>
<p>Dalam dokumen <a data-schema-attribute="\&quot;mentions\&quot;">penolakan gugatan</a>, JPO menjelaskan bahwa penolakan tersebut terjadi karena pihak ketiga mengajukan bukti &#8216;Prior Art&#8217;. Bukti ini menunjukkan bahwa berbagai game yang sudah ada sebelumnya telah menggunakan mekanik yang sangat mirip dengan yang ingin dipatenkan oleh <a data-schema-attribute="\&quot;mentions\&quot;">Nintendo</a>. Game-game yang disebutkan sebagai &#8216;Prior Art&#8217; meliputi <em>ARK</em>, <em>Craftopia</em>, <em>Pokemon GO</em>, <em>Kantai Collection</em>, dan juga <em>Monster Hunter 4</em>.</p>
<p>Daftar game yang disinggung ini memperkuat argumen JPO bahwa sistem penangkapan dan penggunaan entitas dalam permainan bukanlah inovasi baru yang dapat dipatenkan secara eksklusif. JPO berpendapat bahwa mekanik dasar ini telah menjadi bagian dari ekosistem game selama beberapa waktu, sehingga <a data-schema-attribute="\&quot;mentions\&quot;">Paten Nintendo Palworld</a> dianggap tidak memenuhi kriteria kebaruan yang diperlukan untuk persetujuan paten.</p>
<h2 id="kantai-collection-dan-monster-hunter-4-disebut">Kantai Collection dan Monster Hunter 4 Disebut</h2>
<p>Banyak yang mungkin bertanya mengapa game seperti <em>Kantai Collection</em> (<em>Kancolle</em>) dan <a href="\&quot;https://intanabadi.com/5-rekomendasi-game-terbaik-pilihan-terpopuler-di-kalangan-gamers/\&quot;" data-schema-attribute="\&quot;mentions\&quot;">Monster Hunter</a> 4 disinggung oleh JPO. Pada dasarnya, <a data-schema-attribute="\&quot;mentions\&quot;">Nintendo</a> berusaha mematenkan sistem mendapatkan atau menangkap entitas, makhluk, atau karakter yang kemudian dapat digunakan dalam permainan sebagai bagian dari <em>gameplay</em>. Ini adalah inti dari <a data-schema-attribute="\&quot;mentions\&quot;">Penolakan Paten Nintendo</a>.</p>
<p><img decoding="async" class="wp-image-align-center" src="data:;base64,<svg xmlns='http://www.w3.org/2000/svg' width='1024' height='576' viewBox='0 0 1024 576'></svg>&#8221; alt=&#8221;Screenshot game Kantai Collection&#8221; /></p>
<p>Dalam konteks <em>Kancolle</em>, game ini memungkinkan pemain untuk mengumpulkan karakter gadis kapal (<em>kanmusu</em>) dan menggunakan mereka dalam pertempuran melawan musuh. Meskipun karakter-karakter ini tidak didapatkan dengan cara &#8216;menangkap&#8217; mereka menggunakan bola seperti di <em>Pokemon</em>, mekanik pengumpulan dan penggunaan entitas ini dianggap cukup mirip. Hal ini menjadi alasan kuat mengapa <a data-schema-attribute="\&quot;mentions\&quot;">JPO Kantai Collection</a> jadikan sebagai bukti &#8216;Prior Art&#8217; dan <a data-schema-attribute="\&quot;mentions\&quot;">Paten Nintendo Palworld</a> ditolak.</p>
<p><img decoding="async" class="wp-image-align-center" src="https://gamebrott.com/wp-content/uploads/2025/10/Paten-Nintendo-Soal-Palworld-Ditolak-JPO-Ada-Singgung-Kantai-Collection-dan-MonHun-4-3-1.webp" alt="Screenshot game Monster Hunter 4" /></p>
<p>Sementara itu, penyebutan <em>Monster Hunter 4</em> kemungkinan besar terkait dengan sistem <em>Insect Glaive</em>. Dalam sistem ini, pemain mengendalikan makhluk serangga kecil untuk digunakan memberikan efek <em>Buff</em> pada karakter mereka. Dengan kata lain, aspek ini berhubungan dengan upaya paten <a data-schema-attribute="\&quot;mentions\&quot;">Nintendo</a> yang ingin mengamankan sistem penangkapan makhluk untuk digunakan dalam <em>gameplay</em>. Dengan demikian, <a data-schema-attribute="\&quot;mentions\&quot;">JPO Kantai Collection</a> dan <em>Monster Hunter 4</em> sama-sama dianggap telah menerapkan konsep serupa.</p>
<h2 id="peluang-nintendo-revisi-paten">Peluang Nintendo Revisi Paten</h2>
<p>Pada saat artikel ini ditulis (30/10), status <a data-schema-attribute="\&quot;mentions\&quot;">penolakan paten Nintendo</a> oleh JPO bersifat sementara, atau dikenal sebagai &#8220;<em>Non-final Rejection</em>&#8220;. Ini berarti <a data-schema-attribute="\&quot;mentions\&quot;">Nintendo</a> masih memiliki kesempatan untuk mengajukan argumen hukum tambahan atau mengubah klaim paten mereka agar menjadi lebih spesifik. Tujuannya adalah agar klaim tersebut dapat diterima oleh JPO dan tidak berbenturan dengan &#8216;Prior Art&#8217; yang telah disebutkan.</p>
<p>Jika <a data-schema-attribute="\&quot;mentions\&quot;">Nintendo</a> berhasil meyakinkan JPO dengan merevisi klaim mereka agar tidak lagi tumpang tindih dengan fitur-fitur yang sudah ada di game seperti <em>Kancolle</em>, <em>Monster Hunter 4</em>, dan game lainnya yang disebutkan, maka pengajuan paten mereka berpotensi dilanjutkan kembali oleh JPO. Proses ini menunjukkan kompleksitas dalam pengajuan paten di industri game, terutama ketika mekanik dasar memiliki banyak implementasi serupa.</p>
<p>Demikian informasi mengenai <a data-schema-attribute="\&quot;mentions\&quot;">Paten Nintendo Palworld</a> yang ditolak JPO dan bagaimana game <em>Kancolle</em> serta <em>MonHun 4</em> turut disinggung. <a data-schema-attribute="\&quot;mentions\&quot;">Penolakan Paten Nintendo</a> ini menjadi contoh bagaimana JPO mempertimbangkan &#8216;Prior Art&#8217; secara ketat, termasuk referensi ke <a data-schema-attribute="\&quot;mentions\&quot;">JPO Kantai Collection</a>. Bagaimana pendapat Anda mengenai perkembangan kasus ini?</p>
<p><script type="application/ld+json">
{
  "@context": "https://schema.org",
  "@type": "NewsArticle",
  "headline": "Paten Nintendo Palworld Ditolak JPO: Alasan Terungkap, Kantai & MonHun 4 Disinggung!",
  "image": ["https://gamebrott.com/wp-content/uploads/2025/10/Paten-Nintendo-Soal-Palworld-Ditolak-JPO-Ada-Singgung-Kantai-Collection-dan-MonHun-4-Header-750x375.webp", "https://gamebrott.com/wp-content/uploads/2025/10/Paten-Nintendo-Soal-Palworld-Ditolak-JPO-Ada-Singgung-Kantai-Collection-dan-MonHun-4-1-1024x576.webp", "data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20width='1024'%20height='576'%20viewBox='0%200%201024%20576'%3E%3C/svg%3E", "https://gamebrott.com/wp-content/uploads/2025/10/Paten-Nintendo-Soal-Palworld-Ditolak-JPO-Ada-Singgung-Kantai-Collection-dan-MonHun-4-3-1.webp"],
  "datePublished": "2025-10-30T05:16:43.633Z",
  "dateModified": "2025-10-30T05:16:43.633Z",
  "author": { "@type": "Person", "name": "intanabadi" },
  "publisher": { "@type": "Organization", "name": "intanabadi (ID)", "logo": { "@type": "ImageObject", "url": "URL_LOGO_ANDA" } },
  "description": "Paten Nintendo Palworld ditolak JPO karena kurang inventif, singgung Kantai Collection dan Monster Hunter 4. Penolakan Paten Nintendo ini resmi. Simak alasan JPO Kantai Collection menjadi acuan.",
  "mainEntityOfPage": { "@type": "WebPage", "@id": "https://gamebrott.com/paten-nintendo-palworld-singgung-kantai-collection/" }
}
</script></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://intanabadi.com/paten-nintendo-palworld-ditolak-jpo-kantai-monhun-4/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
